DPR Aceh Resmi Laporkan Proyek Multiyear ke KP

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Simeulue

SINABANG | ACEHJURNAL.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitude 5,4 mengguncang Kabupaten Simeulue, Senin (19/10). Informasi diperoleh dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika...

Kenduri Blang, Cara Petani Aceh Mendoakan Tanaman Padi Bebas Hama  

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - Pagi itu, matahari sudah berada hampir di atas kepala, , Senin (19/10). Masyarakat Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar...

Air Asia Berhenti Beroperasi di Indonesia, Kenapa?

JAKARTA | Maskapai AirAsia X berencana menutup operasionalnya di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Perlu diketahui, maskapai yang merupakan...

Kapal Etnis Rohingya Kembali Terpantau di Perairan Aceh

LHOKSEUMAWE | Satu kapal asing diduga mengangkut imigran Rohinga dikabarkan kembali terpantai di perairan laut utara kota Lhokseumawe. Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh, Miftach...

Selain di Cina, Norovirus Juga Ditemukan di Indonesia

JAKARTA | Beberapa waktu lalu, lebih dari 70 mahasiswa di universitas daerah Taiyuan, China dilaporkan mengidap norovirus. Mereka yang mengidap norovirus mengalami diare dan...

JAKARTA | ACEHJURNAL.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) resmi melaporkan pengadaan paket tahun jamak (multiyear) Aceh tahun anggaran 2020-2022. Paket sebesar Rp 2,4 triliun resmi dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Jumat (18/9).  Tak hanya itu saja, pimpinan DPR Aceh dan masing-masing ketua fraksi juga melaporkan tentang dana refocusing penanganan Covid-19.

Laporan itu diserahkan langsung oleh Ketua DPR Aceh, Dahlan Jamaluddin dan Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin kepada Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar.

Turut hadir Tarmizi SP, Irfansyah, Samsul Bahri alias Tiyong, Safrizal Gamgam, Fahlevi Kirani, dr Purnama dan Irpanusir.

“Respon Buk Lili terkait laporan kita ini sangat positif. Kita berharap agar lembaga anti rasuah ini dapat meninjau kembali sejumlah kebijakan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Aceh terkait proyek tahun jamak dan dana refocussing Covid-19,” kata Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin.

Seperti diketahui, DPR Aceh melakukan pembatalan terkait proyek multiyear dalam sidang paripurna. Ini dikarenakan tidak benang merah terkait kesepakatan bersama antara Pemerintah Aceh dengan DPR Aceh. Kendati demikian, Pemerintah Aceh tetap melaksanakan pelelangan sebanyak 15 paket multiyear 2020-2022 sebesar Rp 2,4 triliun tersebut. []

Laporan : Teuku Mubarak

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Simeulue

SINABANG | ACEHJURNAL.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitude 5,4 mengguncang Kabupaten Simeulue, Senin (19/10). Informasi diperoleh dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika...

Kenduri Blang, Cara Petani Aceh Mendoakan Tanaman Padi Bebas Hama  

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - Pagi itu, matahari sudah berada hampir di atas kepala, , Senin (19/10). Masyarakat Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar...

Air Asia Berhenti Beroperasi di Indonesia, Kenapa?

JAKARTA | Maskapai AirAsia X berencana menutup operasionalnya di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Perlu diketahui, maskapai yang merupakan...

Related Articles

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Simeulue

SINABANG | ACEHJURNAL.COM - Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitude 5,4 mengguncang Kabupaten Simeulue, Senin (19/10). Informasi diperoleh dari laman Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika...

Kenduri Blang, Cara Petani Aceh Mendoakan Tanaman Padi Bebas Hama  

ACEH BESAR | ACEHJURNAL.COM - Pagi itu, matahari sudah berada hampir di atas kepala, , Senin (19/10). Masyarakat Gampong Lamsujen, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar...

Air Asia Berhenti Beroperasi di Indonesia, Kenapa?

JAKARTA | Maskapai AirAsia X berencana menutup operasionalnya di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Perlu diketahui, maskapai yang merupakan...