Dana Penanganan Covid-19 Menjadi Rp 2,3 Triliun, Safaruddin Minta Transparansi Pemerintah Aceh

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...

Aceh-Sumut Bahas Persiapan PON

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) secara intens membahas persiapan penyelenggaraan Tuan Rumah Bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI...

Ini Jawaban Plt Gubernur Aceh Terkait Proyek Multiyears dan Dana Recofussing Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyampaikan jawaban hak interpelasi yang diajukan DPR Aceh, Jumat (25/9). Dalam sambutannya itu, Nova...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin meminta Pemerintah Aceh bersikap transparan terkait penggunaan anggaran dan pencegahan Covid-19. Menurutnya, Pemerintah Aceh perlu memaparkan terkait mekanisme penggunaan anggaran tersebut yang kini mulai membengkak dari Rp 1,7 Triliun menjadi Rp 2,3 Triliun.

“Pemerintah Aceh perlu menjelaskan secara transparan kepada DPR Aceh,” kata Safaruddin pada Selasa (11/8) malam.

Politisi muda Partai Gerindra ini mengatakan, anggaran sebesar Rp 1,7 Triliun yang dikucurkan tersebut tidaklah sedikit. Bahkan, Aceh termasuk dari lima provinsi yang menggelontorkan dana yang cukup besar untuk penanganan virus corona. Mirisnya lagi, angkanya kini mulai meningkat menjadi Rp 2,3 Triliun.

Menurutnya, Pemerintah Aceh seharusnya perlu menyampaikan terkait transparansi penggunaan dana tersebut. Pasalnya, katanya lagi, selama ini Pemerintah Aceh tidak menghargai tupoksi DPR Aceh sebagai lembaga legislatif. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh perlu menyampaikan perkembangan pengalokasian dana tersebut. Salah satunya adalah, memberitahukan kepada DPR Aceh terkait Langkah yang dilakukan Pemerintah Aceh selama ini.

“Pemerintah Aceh harus saling menghargai. Sebab dana ini lumayan besar. Lagipula, ini bukan sekedar urusan kepentingan politik. Namun demi kepentingan seluruh rakyat Aceh,” kata Safaruddin.

Terkait penggunaan anggaran itu, DPR Aceh masih akan terus meminta penjelasan Pemerintah Aceh. Termasuk juga kemungkinan adanya pengunnaan hak interpelasi. Apalagi kebijakan Pemerintah Aceh itu penting dan strategis serta berdampak luas pada masyarakat terutama saat pandemi C-19.

“Penambahan anggaran penanganan covid-19 tanpa sepengetahuan kami sangat fatal. Ini adalah masalah besar. Pemerintah Aceh seakan tidak pernah menganggap DPR Aceh sebagai wakil rakyat,” tambahnya.

Selanjutnya, Safaruddin juga meminta Pemerintah Aceh untuk menjelaskan skema yang diatur dalam regulasi penanganan covid-19. Salah satunya menyangkut tiga pokok, yakni penanganan medis, dampak ekonomi dan jarring pengaman sosial. Selanjutnya, Pemerintah Aceh juga perlu membuat kebijakan konkrit untuk memproteksi wabah covid-19. Selama ini, papar Safaruddin, seakan mengejar publisitas dan ketenaran sehingga Aceh dinilai mampu menekan angka penanganan kasus covid-19.

“Ini perlu dijelaskan secara transparan. Karena ini memang tanggungjawab kita bersama, baik eksekutif maupun legislatif. Artinya, Pemerintah Aceh tidak boleh menjadi one man show,” tegas Safaruddin.

Menyikapi banyaknya tenaga medis yang terjangkit covid-19, Safaruddin juga meminta ketegasan Pemerintah Aceh. Salah satunya segera bertindak cepat untuk membantu perawatan intensif bagi pahlawan bangsa.

“Ini sebagai bentuk rasa terima kasih dan respek kita kepada mereka yang telah berada di garda terdepan dalam penanganan covid-19. Mereka harus diperhatikan dengan layak,” pungkasnya. [Parlementaria]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Hot Topics

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...

Related Articles

Isu Pemekaran ALA, Mualem : Amru Jangan Bermain Api

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Ketua KPA/PA, H. Muzakir Manaf meminta kepada Bupati Gayo Lues, M. Amru agar tidak memperkeruh suasana terkait isu pemekaran...

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19

MEULABOH | ACEHJURNAL.COM - Bupati Aceh Barat, Haji Ramli MS positif terinfeksi virus Corona (COVID-19) sesuai hasil uji tes usap (swab) yang dilakukan oleh...

Putra Din Minimi Lulus Seleksi TNI

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Putra mantan Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Nurdin Ismail alias Din Minimi lulus seleksi menjadi prajurit TNI Angkatan...