Banda Aceh Kembali Zona Merah, Kasus Positif Capai 72 Orang di Aceh

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

Sebelum Menikah, Mieke Amalia Ngaku Kumpul Kebo Bersama Tora Sudiro

JAKARTA - Mieke Amalia membuka masa lalunya dengan Tora Sudiro. Hubungan keduanya terjalin penuh liku. Mieke berselingkuh dengan Tora saat keduanya terlibat dalam satu proyek...

Kasus Covid-19 di Aceh Tembus 7.037, Banda Aceh dan Aceh Besar Tertinggi

BANDA ACEH - Kasus positif Covid-19) di Provinsi Aceh menembus 7.037 orang. Sebaran kasus terbanyak terdapat di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Berdasarkan data...

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM – Peta Zonasi Risiko (PZR) kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh berubah lagi. Dua kabupaten/kota zona kuning, 17 zona oranye, dan 4 zona merah. Hingga Rabu (7/10), jumlah pasien yang sembuh bertambah 81 orang, konfirmasi 72 orang, dan meninggal dunia 2 orang.

Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani yang akrab disapa SAG dalam keterangan rilisnya.

“Perubahan Peta Zonasi Risiko berdasarkan analisis data Covid-19 per 4 Oktober 2020 oleh para pakar epidemiologi Satuan Tugas Covid-19 Nasional,” kata SAG.

SAG menjelaskan, Kabupaten Aceh Barat Daya dan Aceh Timur masih bertahan sebagai zona kuning. Pidie Jaya dan Aceh Jaya yang sebelumnya zona merah kini menjadi zona oranye. Sedangkan Kota Sabang dan Aceh Besar masih zona merah, seperti minggu sebelumnya.

Sementara itu, lanjut SAG, Kota Banda Aceh dan Kota Lhokseumawe yang sebelumnya merupakan zona orange justru menjadi zona merah, dan memiliki risiko tinggi peningkatan kasus Covi-19 di Aceh.

Peta Zona Risiko selengkapnya, kata SAG, Zona Kuning meliputi Aceh Barat Daya dan Aceh Timur. Zona Orange : Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Selatan, Langsa, Subulussalam, Pidie, Aceh Singkil, Bireuen, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Aceh Barat, Simeulue, Aceh Utara, Gayo Lues, dan Bener Meriah.

“Ada empat daerah zona merah saat ini, yakni Kota Sabang, Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Kabupaten Aceh Besar,” kata SAG.

Menurut Jubir Covid-19 yang juga Juru Bicara Pemerintah Aceh itu, informasi Peta Zonasi Risiko ini penting diketahui semua pihak untuk disikapi secara bijak. Zona kuning, merupakan daerah risiko rendah peningkatan kasus Covid-19, zona orange risiko sedang, dan zona merah risiko tinggi, tambahnya.

Kumulatif Covid-19

Selanjutnya ia laporkan akumulasi kasus Covid-19 di Aceh secara akumulatif, terhitung sejak 27 Maret 2020. Kasus konfirmasi baru hari ini sebanyak 72 orang, sehingga secara akumulatif jumlah semua kasus sudah mencapai 5.252 orang. Rinciannya, 1.858 orang dirawat di rumah sakit atau diisolasi di rumah, 3.189 orang dinyatakan sembuh, 205 orang meninggal dunia.

Kasus konfirmasi sebanyak 72 orang tersebut, meliputi warga Banda Aceh sebanyak 26 orang, Lhokseumawe 19 orang, Aceh Tamiang 11 orang, dan Aceh Besar 8 orang. Selanjutnya, Aceh Barat Daya dan Aceh Timur masing-masing 2 orang. Warga Aceh Tengah, Simeulue, dan Bireuen, sama-sama 1 orang. Sisanya, 1 orang warga luar daerah, rinci SAG.

Sedangkan yang dilaporkan sembuh sebanyak 81 orang meliputi warga Banda Aceh 61 orang, Bireuen 10 orang, dan Aceh Jaya 4 orang. Sedangkan warga Aceh Barat Daya, Lhokseumawe, dan Kota Langsa, sama-sama 2 orang.

“Pasien Covid-19 yang meninggal 2 orang, masing-masing warga Kota Sabang dan Kota Lhokseumawe,” ujar SAG.

Sementara itu, lanjutnya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau kasus probable secara akumulasi sebanyak 452 orang. Dari jumlah tersebut, 75 PDP/probable dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 354 sudah sembuh (selesai isolasi), dan 23 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) atau kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.162 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.788 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 371 orang dalam proses isolasi di rumah, dalam pantauan Tim Gugus Tugas Covid-19 dan 3 orang isolasi di rumah sakit, demikian SAG.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

HEADLINES

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...

BERITA TERKAIT

Bantu 500 Abang Becak, T. Riefky Harsya : Pendapatan Turun Selama Covid-19

BANDA ACEH | ACEHJURNAL.COM - Sebanyak 500 abang becak mendapat bantuan langsung dari Teuku Riefky Harsya, anggota DPR RI asal Aceh. Bantuan tersebut diserahkan...

Tak Terima Diputusin, Pria Ini Sebar Video Mesum Pacarnya di Instagram

BENGKULU | Video mesum siswi SMA di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, beredar di media sosial. Kasus ini membuat pelajar tersebut dikeluarkan dari sekolah. Rekaman adegan...

Fadli Zon Minta Kritik Soal Omnibus Law Diarahkan ke Presiden Jokowi, Bukan DPR

JAKARTA | Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menilai kritik masyarakat terhadap omnibus law Undang-Undang atau UU Cipta Kerja harus diarahkan kepada Presiden...