LHOKSEUMAWE (Acehjurnal.com) – Kandidat Gubernur Aceh nomor 1, Dr Ir H Tarmizi A Karim, M.Sc menekankan untuk membangun Aceh harus dengan membangun akhlak yang baik (akhlaqul karimah).

“Pembangunan akhlak menjadi fondasi untuk membangun Aceh ke depan,” ujar Tarmizi  pada acara temu-ramah dengan masyarakat Muara Dua, Kota Lhokseumawe yang dipusatkan di Gampong Paya Lhok, Minggu (29/1).

Bahwa akhlak yang baik merupakan manivestasi keimanan dan keislaman paripurna seorang Muslim. Dalam pengertian luasnya adalah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad saw. “Dengan akhlak dapat menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun,” ujar mantan Dirjen Pembangunan Desa Kemendagri itu.

Dijelaskan, akhlak ialah instuisi yang bersemayam di hati tempat munculnya tindakan-tindakan suka rela, tindakan yang benar atau yang salah. Maka harus dibina untuk memilih keutamaan, kebenaran, cinta kebaikan, cinta keindahan, dan benci keburukan.

Sebaliknya, jika instuisi akhlak itu disia-siakan, tidak dibina dan bibit-bibit kebaikan di dalamnya tidak dikembangkan, maka yang buruk  menjadi muncul. Kebaikan menjadi suatu yang dibenci, perbuatan serta perkataan buruk, dan sebagainya menjadi suatu lumrah.

Dewan Pembina Pesantren Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar ini berkeinginan bila dia dipercayakan rakyat pada pilkada ini, pembangunan nilai-nilai akhlaqul karimah menjadi fondasi untuk memperbaiki dan membangun Aceh ke depan.

Aceh, jelas Tarmizi A Karim, harus dibangun dengan akhlaqul karimah sebagai nilai ajaran Islam.  Dia mencontohkan bahwa akhlah yang baik itu, seperti budaya santun, saling menghormati, tidak berkhianat, bohong, rakus, korupsi, menilep uang rakyat dan memperkaya diri sendiri. (jr7)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here