Presiden Palestina Mahmoud Abbas melontarkan tuduhan sejumlah rabbi di Israel menyerukan pemerintahnya untuk meracuni sumber air di Palestina. Tudingan ini disampaikan di dalam pidatonya hari Kamis (23/6/2016) di Parlemen Eropa, kota Brussel, Belgia.

“Baru seminggu yang lalu, sekelompok rabbi di Israel mengumumkan, di dalam pengumuman yang jelas, menyerukan pemerintah mereka, untuk meracuni air yang diminum orang Palestina,” katanya.”Bukankah ini sebuah hasutan? Bukankah ini jelas-jelas hasutan untuk pembunuhan massal orang Palestina?”

Mr. Abbas telah mengulang berita yang awalnya disebarkan oleh sebuah website milik PLO. Kantor Berita Turki, Anadolu mewartakan kembali minggu lalu. Kemudian surat kabar Dubai, The Gulf News juga ikut turut menyebarkan. Di dalam artikelnya, Anadolu menulis Rabbi Shlomo Mlma, yang disebut-sebut sebagai “Ketua Majelis Rabbi di wilayah pendudukan Tepi Barat” mengeluarkan fatwa yang membolehkan orang Yahudi untuk meracuni air di wilayah orang Palestina di Tepi Barat.

Pernyataan Mr. Abbas tersebut tidak ada di dalam transkrip resmi berbahasa Arab yang dikeluarkan oleh kantornya. Para penasehat dan juru bicaranya tidak bersedia memberikan komentar Kamis malam. Tetapi tuduhan tersebut muncul di laman resmi Kementrian Luar Negeri Palestina.

Bersama Presiden Israel Reuven Rivlin, Mahmoud Abbas diundang ke Brussel dengan harapan bisa menghidupkan kembali perundingan damai. Mr. Abbas, yang akhirnya tidak berjumpa dengan Rivlin, mendapat standing ovation setelah berpidato selama 43 menit.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam tanggapannya kemudian mengatakan Mr. Abbas telah menyebarkan fitnah di dalam pidatonya.

Surat kabar Israel, Haaretz melaporkan bahwa mereka tidak menemukan orang yang bernama Rabbi Mlma ataupun Majelis Rabbi seperti yang dimaksud di dalam artikel tersebut.

Rumor mengenai orang Yahudi meracuni sumber air di Eropa berkembang di abad ke-14 ketika wabah kolera menjangkiti hampir seluruh Eropa. Rumor ini kemudian menjadi penyebab dihancurkannya wilayah-wilayah Yahudi di Eropa. Di Basel, Swiss; dan Strasbourg, Prancis; ratusan orang Yahudi dibakar hidup-hidup di masa itu. (TM)

Source: New York Times

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here