Diego Maradona Menangis Menyaksikan Lionel Messi Dibantai Kroasia

ACEHTREND.CO, Jakarta – Legenda hidup sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona, kecewa berat dengan kekalahan telak 0-3 Timnas Argentina dari Kroasia dalam fase penyisihan Grup D Piala Dunia 2018, Jumat (22/6/2018) dini hari WIB. Aktor utama di balik kesuksesan Tim Tango jadi juara World Cup Mexico 1986 pasang muka cemberut di tribun stadion.

Sejak gantung sepatu sebagai pesepak bola, Maradona tak bisa jauh-jauh dari timnas negaranya. Selain sempat melatih Timnas Argentina di Piala Dunia 2006, ia selalu jadi suporter fanatik yang rela datang ke stadion buat memberi dukungan.

Tak terkecuali di Piala Dunia edisi kali ini. Pria kelahiran 30 Oktober 1960 itu terbang dari negaranya ke Rusia. Ia menyaksikan secara langsung dua laga Lionel Messi dkk. di stadion, saat Argentina meladeni Islandia (1-1) dan Kroasia (0-3).

Maradona yang dikenal sebagai pribadi kontroversial dan meledak-ledak amat ekspresif menyaksikan laga. Saat bentrok Argentina kontra Kroasia di layar kaca terlihat ekspresi kekecewaan sang superstar.

Saat Argentina tertinggal 0-1, Maradona terlihat berkali-kali menggigit kuku. Ia sama tegangnya dengan pelatih Jorge Sampaoli. Ia terlihat menutup wajahnya dengan mimik sedih ketika Rebic, Modric, Rakitic, membobol gawang negaranya.

Puncaknya Maradona terlihat menangis usai wasit membunyikan pluit panjang tanda pertandingan berakhir. Torehan negatif ini jadi cacat bagi Argentina yang berstatus runner-up Piala Dunia 2014.

Peluang lolos ke babak perdelapan final Timnas Argentina pun menjadi terancam.

Rona kesedihan sang legenda juga tersirat di akun Instagram pribadinya. Ia memajang foto skor akhir pertandingan dengan gambar Lionel Messi tertunduk lesu. Kemenangan di laga terakhir kontra Nigeria belum tentu mengamankan tiket Tim Tango melaju ke fase berikutnya Word Cup.

Sumber : Bola.com

Terkait Pengumuman Tenaga Kontrak, IMM Sebut Dewan Abdya Kurang Peka

ACEHTREND.CO, Blangpidie – Ketua Bidang Hikmah dan Advokasi Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Asri Amin, menyebutkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya kurang peka terhadap nasib calon tenaga kontrak di instansi pemerintah yang sampai hari ini belum semuanya diumumkan.

“Kita menilai, selama ini anggota DPRK terkesan kurang peka terhadap nasib ribuan calon tenaga kontrak di Abdya. Jangan-jangan antara eksekutif dan legislatif ada Kong-kaliKong dalam proses penitipan nomor calon tenaga kontrak, buktinya selama ini dewan cuma diam-diam saja terkait persoalan calon tenaga kontrak ini,” ungkap Asri Amin, Jumat (22/6/2018).

Anehnya, sambung Asri Amin, dewan yang pada hakikatnya “dilahirkan” dari rakyat dan digaji oleh rakyat mestinya lembaga terhormat ini membela hak-hak rakyat dengan menggunakan fungsi kontrol terkait persoalan calon tenaga kontrak.

“Terkadang kita merasa gerah dengan kondisi seperti ini, sehingga tidak salah di saat rakyat mempertanyakan fungsi dan tugas DPRK Abdya. Maka dari itu kita selaku mahasiswa mendesak agar lembaga DPRk memanggil pihak-pihak terkait untuk mempertanyakan bagaimana kelanjutan pengumuman tenaga kontrak di Abdya, agar para calon tenaga kontrak mendapatkan kepastian apakah mereka lewat atau tidak,” pungkas Asri Amin.[]

Jerat Pidana bagi Nakhoda ‘Maut’ KM Sinar Bangun

ACEHTREND.CO, Jakarta- Setidaknya 192 orang hilang dan 3 lainnya meninggal dunia akibat insiden tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba Sumatera Utara, Senin (18/6) kemarin. Peristiwa ini pun menjadi perhatian pemerintah termasuk Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam upaya menyelidiki sebab-sebab tenggelamnya kapal laut tersebut.

Dilansir Antara, Kapolri Jenderal Tito Karnavian meninjau langsung Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Tigaras, Sumangulun, Sumatera Utara. Dalam keterangannya kepada wartawan, Tito menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan mengenai peristiwa ini.

“Selain mendukung kegiatan SAR, pihak Polri juga akan melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam peristiwa itu,” kata Tito, Kamis (21/6/2018).
Tito pun menekankan, jika ditemukan ada unsur pidana, Polri akan meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan dan menentukan tersangkanya. “Karena kami tidak ingin kasus serupa terulang lagi. Ini pelajaran penting,” ujarnya mengingatkan.

Menurut Tito, dalam penyelidikan awal ada unsur kelalaian yang dalam operasi pelayaran KM Sinar Bangun yang menelan ratusan korban ini. Pelakunya, dapat dikenakan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP yang menyebutkan barangsiapa karena kelalaiannya mengakibatkan kematian orang lain atau luka-luka berat dapat dipidana paling lama 5 tahun penjara.
“Kalau sengaja, kena pasal 338 KUHP, bisa juga. Tapi ini lebih banyak kelalaian, selain unsur cuaca saat itu. Apalagi nakhoda sudah sering mengangkut penumpang hingga 150 orang. Padahal bobot mati kapal hanya 17 GT yang hanya mampu mengangkut 60 orang,” ujar Kapolri melanjutkan.

Selain itu, tidak ada manifes dan jaket penyelamat yang dipersiapkan bagi penumpang ketika terjadi kecelakaan.

“Ini kelalaian yang dilakukan nakhoda yang ternyata juga pemilik kapal,” sebutnya. Selain nakhoda, pihak pengawas dari Dinas Perhubungan juga dapat menjadi tersangka. “Kita tidak akan segan-segan untuk melakukan penyidikan,” kata Kapolri yang didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi.

Penjara dan denda Selain dalam KUHP, ancaman atau jerat pidana bagi nakhoda dan pengawas juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Setidaknya ada sejumlah pasal dalam UU Pelayaran ini yang mengatur ancaman pidana penjara dan denda bagi nakhoda dan pengawas.

Dalam Pasal 302 UU Pelayaran misalnya, disebutkan Nakhoda yang melayarkan kapalnya sedangkan yang bersangkutan mengetahui bahwa kapal tersebut tidak laik laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak Rp400 juta.
Hukuman ini bisa lebih berat jika merugikan harta benda menjadi 4 tahun dan denda Rp500 juta. Dan apabila hingga menyebabkan korban jiwa dan kerugian harta benda ancaman hukumannya berlipat menjadi 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

Bagian Kedua tentang Keselamatan dan Keamanan Angkutan Perairan Pasal 117 UU Nomor 17 Tahun 2008 (1) Keselamatan dan keamanan angkutan perairan yaitu kondisi terpenuhinya persyaratan: a. kelaiklautan kapal; dan b. kenavigasian. (2) Kelaiklautan kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a wajib dipenuhi setiap kapal sesuai dengan daerah-pelayarannya yang meliputi: a. keselamatan kapal; b. pencegahan pencemaran dari kapal; c. pengawakan kapal; d. garis muat kapal dan pemuatan; e. kesejahteraan Awak Kapal dan kesehatan penumpang; f. status hukum kapal; g. manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal; dan h. manajemen keamanan kapal. (3) Pemenuhan setiap persyaratan kelaiklautan kapal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibuktikan dengan sertifikat dan surat kapal.

Ancaman pidana yang sama juga berlaku bagi setiap orang yang mengoperasikan kapal dan pelabuhan tanpa memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim sebagaimana dimaksud dalam pasal 122. Ancaman pidana ini mulai dari 2 tahun, 4 tahun hingga 10 tahun dan jumlah denda mulai dari Rp300 juta, Rp500 juta dan Rp1,5 miliar.

Kemudian dalam Pasal 317 menyebutkan nakhoda yang tidak mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 193 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp200 juta rupiah.

Selain itu, Pasal 306 menyebutkan setiap orang yang mengoperasikan kapal yang tidak memenuhi persyaratan perlengkapan navigasi dan/atau navigasi elektronika kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

Lalu, Pasal 307 disebutkan setiap orang yang mengoperasikan kapal tanpa dilengkapi dengan perangkat komunikasi radio dan kelengkapannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 131 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.

Kemudian, Pasal 308 menyebutkan setiap orang yang mengoperasikan kapal tidak dilengkapi dengan peralatan meteorologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.
Pasal 309 juga menyebutkan nakhoda yang sedang berlayar dan mengetahui adanya cuaca buruk yang membahayakan keselamatan berlayar, namun tidak menyebarluaskannya kepada pihak lain dan/atau instansi Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp300 juta.
Selain terhadap Nakhoda, ancaman pidana juga berlaku bagi pengawas seperti Syahbandar ataupun Dinas Perhubungan setempat apabila tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Seperti diatur Pasal 304 yang menyebut setiap orang yang tidak membantu pelaksanaan pemeriksaan dan pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 128 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan atau denda paling banyak Rp100 juta.[]

Sumber : HUKUMONLINE.COM

Yusri Melon Akan Libatkan Ulama untuk Membangun Gerbang Emas di Pidie Jaya

ACEHTREND.CO, Meureudu- Calon Bupati Pidie Jaya Ir.H. Yusri Yusuf (Melon) akan melibatkan para ulama dari berbagai dayah untuk menyusun konsep pembangunan dan pendidikan yang berlandaskan aqidah ahlussunah waljamaah, seperti yang mayoritas diikuti oleh rakyat di Kabupaten Pijay.

Hal ini disampaikan oleh Yusri Melon kala Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya pada Pilkada 2018, di ruang rapat DPRK Pijay, Jumat (22/6/2018).

“Kami, apabila terpilih nanti akan melibatkan para ulama dari berbagai dayah dan pesantren di Pidie Jaya, untuk merancang konsep di sini sesuai dengan ahlussunah waljamah seperti yang diikuti oleh mayoritas penduduk,” ujar Yusri.

Pun demikian,tambah Yusri yang didampingi oleh Saifullah, menyebutkan bahwa Pidie Jaya adalah rumah bagi seluruh penduduk Pijay yang tentunya berbeda-beda, sebagai pemimpin tugasnya adalah menyatukan agar rakyat tidak terpecah belah.

“Nantinya saya mempunyai tugas untuk menyatukan semua elemen demi mewujudkannya pembangunan Pijay ke arah yang lebih baik. Rakyat Pijay tidak boleh terpecah belah,” ujar Yusri yang mengaku telah membuat konsep Gerakan Pengembangan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) untuk Pijay. Konsep itu dibuat dengan sungguh-sungguh agar menjawab kebutuhan rakyat dan pembagunan daerah.

“Ketika kami terpilih, kami bisa langsung bekerja tanpa harus meraba-raba, kami sudah menyusun langkah-langkah penting untuk membangun Pidie Jaya dalam rangka mengembalikan kejayaan daerah ini,” katanya.

Divonis Mati, Aman Abdurrahman: Alhamdulillah

ACEHTREND.CO, Jakarta – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis terdakwa kasus terorisme, Aman Abdurrahman, dengan hukuman maksimal. Hakim memvonis pendiri kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang berbaiat kepada kelompok ISIS itu sesuai dengan tuntutan jaksa.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Aman Abdurrahman, mati,” kata ketua majelis hakim, Akhmad Jaeni, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat, (22/6/2018).

Mendengar putusan tersebut, Aman Abdurrahman sontak berdiri dan melakukan sujud syukur. “Alhamdulillah,” tutur Aman dalam persidangan yang dikawal ketat petugas kepolisian itu.

Dalam putusannya, hakim menyatakan Aman Abdurrahman terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana terorisme. Pertimbangan yang memberatkan adalah terdakwa merupakan residivis dengan aliran ISIS.

Aman Abdurrahman juga dinyatakan sebagai penggagas dan pembentuk JAD, menyebarkan paham yang menyebabkan korban jiwa, menggerakkan orang lain untuk menjalankan aksi teror, serta merenggut masa depan orang lain.

Menanggapi putusan ini, tim kuasa hukum Aman memilih untuk pikir-pikir lebih dulu. Hakim Akhmad Jaeni lalu memberikan waktu tujuh hari kepada kuasa hukum Aman untuk menentukan sikap.

Aman Abdurrahman didakwa sebagai dalang lima serangan terorisme selama 2016-2017. Selain menjadi otak serangan bom Sarinah di Jalan Thamrin, Aman didakwa berada di balik serangan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur; bom di gereja di Samarinda, Kalimantan Timur; penyerangan kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara; serta penyerangan terhadap polisi di Bima, Nusa Tenggara Barat.[]

Sumber : Tempo.co

Seludupkan Sabu dalam Anus, Pemuda Jakarta Ditangkap di Bandara SIM

ACEHTREND.CO, Banda Aceh – Petugas Avseq Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Kabupaten Aceh Besar menangkap lelaki ZN (23) mahasiswa asal Jalan Suralaya, RT/R/W 003/004, Desa Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta, Selasa 19 Juni 2018 pukul 10.00 WIB.

ZN ditangkap karena ketahuan menyeludupkan sabu seberat 74,67 gram di dalam anus melalui Bandara SIM. Saat ini, ZN harus meringkuk di jeruji besi Polresta Banda Aceh.

Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo kepada wartawan mengatakan, upaya penyelundupan yang dilakukan oleh ZN diketahui oleh petugas Avseq Bandara SIM saat dilakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang akan berangkat melalui Bandara SIM.

Barang bukti sabu (Foto : Ist)

Saat memasuki pintu chek point 2 di Bandara SIM, kemudian petugas menemukan plastik yang berisi alat-alat untuk menggunakan narkotika jenis sabu dalam tas ransel milik ZN.

“Selanjutnya petugas Avseq Bandara SIM melakukan pemeriksaan badan dan menemukan barang bukti sebungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu di dalam celana dalam dengan cara memasukkan ke dalam dubur yang dengan dibalut menggunakan kondom,” ungkap Agus, Jumat (22/6/2018).

Selanjutnya petugas mengamankan barang bukti tersebut dan berkoordinasi dengan petugas Kepolisian Polsek Kuta Baro untuk menyerahkan barang bukti dan tersangka yang kemudian ditahan di Polresta Banda Aceh untuk penyidikan lebih lanjut.[]

Yusri Melon Komit Tegakkan Ahlussunah di Pidie Jaya

ACEHTREND.CO, Meureudu- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Jumat (22/6/2018) Yusri Yusuf-Saifullah Saifullah, dalam Debat Kandidat yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pijay, mengatakan akan memperjuangkan Ahlussunah Waljamaah sebagai konsep beragama Pemerintah dan rakyat Pijay, dengan tetap menghormati pihak- pihak lain.

Selain itu Yusri juga akan menjadikan Pijay Green District yang fokus pada pembangunan pertanian dan kelautan yang menjadi sumber daya utama kabupaten hasil pemekaran dari Pidie itu.

“Kami akan memperjuangkan Ahlussunah Waljamaah sebagai konsep utama beragama Pemerintah dan rakyat Pijay dengan tetap menghormati pihak-pihak lain yang memiliki pandangan berbeda,” ujar Yusri saat menyambut visi dan misi.

Selain itu Yusri-Saifullah juga akan fokus membangun sumber daya kepemudaan Pijay agar mereka mampu beradaptasi dan bersaing serta memiliki keahlian demi mewujudkan kemandirian ekonomi .

Pagar Kawat Berduri Kawal Debat Pilkada Pijay

ACEHTREND.CO, Meureudu- Debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (22/6/2018) bukan saja dikawal oleh polisi dan TNI, tapi juga dikawal oleh pagar kawat berduri yang dipasang melintang di depan kantor DPRK Pijay, tempat acara itu digelar.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra dalam sambutannya meminta kepada siapa saja untuk melaporkan bila ada tindak pelanggaran pemilu baik yang dilakukan oleh penyelenggara maupun peserta.

Dalam sambutannya Ilham menyebutkan, partisipasi aktif masyarakat Pijay untuk mengawal pilkada menjadi sangat penting. Demikian juga pada hari pencoblosan pada 27 Juni 2018.

“Termasuk mewakilkan hak pilih kepada orang lain merupakan tindak pidana. Jangan lakukan itu. Saya yakin masyarakat Pijay mampu menjalankan proses demokrasi di kabupaten tersebut,” ujar Ilham.

Debat kandidat yang dimulai pukul 14.30 WIB itu diikuti oleh Pasangan omor urut 1, Ir H Yusri Yusuf/ Kolonel (Purn) Saifullah.

Nomor urut 2, H Aiyub Abbas/H Said Mulyadi SE MSi.Nomor urut 3, Muhibuddin Husen/HM Yusuf Ibrahim. Nomor 4, Muhammad Yusuf/Ir H Anwar Ishak.

Wabup Abdya Sewa Rumah untuk Nek Nuraini

ACEHTREND.CO, Blangpidie – Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Muslizar MT berkomitmen menyewa rumah untuk Nek Nuraini (80), janda tua, warga Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie yang selama ini memilih tinggal di pojok teras Menasah Nurul Ihsan Gampong Kuta Tinggi, kecamatan setempat.

Berita terkait : Tak Punya Rumah, Janda di Abdya Numpang Tinggal di Teras Menasah Gampong

Kepada aceHTrend, Muslizar menyampaikan, setelah menerima informasi terkait keadaan Nek Nuraini bersama anaknya M Nasir, Wabup Mislizar langsung menyambangi Nek Nuraini ke Menasah tersebut sekitar pukul 00:00 WIB, Kamis malam.

“Semalam kita sudah jumpai beliau ke menasah Nurul Ihsan, memang keadaan beliau sangat memprihatinkan, maka untuk sementara waktu kita akan menyewa rumah untuk beliau disekitaran Blangpidie, sebab aktivitas belaiau mencari rizki ada dipusat kota , dan kita pastikan beliau akan kita bantu,” ungkap Muslizar, kepada aceHTrend, Jum’at (22/6/2016) sehabis melaksanakan shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Blangpidie.

Wabup menyebutkan, jika dalam waktu dekat ada tanah wakaf, maka dirinya akan berkomitmen membangun rumah untuk Nek Nuraini dan anaknya M Nasir.

“Nanti kita juga akan bicarakan dengan Baitul Mal dan juga berharap bantuan-bantuan donatur untuk sama-sama membantu Nek Nuraini,” ujar Wabup. []

Perempuan Asal Matang Sagoe Lahirkan Bayi 5,5 Kg

ACEHTREND.CO,Bireuen- Mahnijar A. Rahman (40) istri Basri, warga Gampong Matang Sagoe, Peusangan, Bireuen, Jumat (22/6/2016) pukul 01.30 WIB melahirkan bayi laki-laki seberat 5,5 kg di Rumah Sakit Avicenna Bireuen.

Dari keterangan yang disampaikan oleh dr. Purnama Setia Budi, selaku paramedis yang menangani proses itu, kelahiran bayi seberat 5,5 kg atau disebut giant baby, melalui proses caisar, karena usia kandungan yang sudah mencapai 42 minggu.

“Tindakan operasi caesar harus kami ambil karena usia kandungan sudah 42 minggu, lewat dua minggu dari waktu normal. Selain itu, melihat ukuran bayi yang di atas rata-rata kami putuskan untuk melakukan tindakan operasi,” ujar dokter Purnama, melalui hubungan telepon seluler.

Purnama menyebutkan, caesar dilakukan kali ini merupakan proses melahirkan kelima kalinya bagi Mahnijar. Empat kelahiran sebelumnya normal. Ia juga menyebutkan, taksiran awal berat bayi itu 4,5 kg. “Untuk tahun ini putra Mahnijar adalah yang paling besar,” kata Purnama. Awalnya dari hasil USG berat bayi 4,5 dan setelah operasi mencapai 5,5,” imbuh Purnama.